Prodi PPPD

You are here Kurikulum Evaluasi (Assessment)

Evaluasi

Surel Cetak PDF

Evaluasi hasil belajar mahasiswa didefinisikan sebagai suatu proses untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk membuat suatu keputusan yang berkaitan dengan mahasiswa, kurikulum dan kebijakan pendidikan. Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Desain sistem evaluasi hasil belajar mahasiswa harus konkruen dengan tujuan pendidikan dan disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Metode/ instrumen yang digunakan harus memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, objektif, diskriminatif, komprehensif, aplikatif dan mempunyai pengaruh yang baik terhadap proses belajar mahasiswa.

Tujuan evaluasi hasil belajar mahasiswa adalah untuk menilai apakah seorang mahasiswa telah menguasai kompetensi atau belum yang telah ditetapkan dalam kurikulum sehingga berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat diambil keputusan terhadap mahasiswa tersebut, memberikan umpan balik hasil belajar kepada mahasiswa, memotivasi mahasiswa, dan untuk mengevaluasi keberlangsungan proses belajar mengajar.

1. Metode Evaluasi

Assessment memegang peran penting dalam proses pendidikan kedokteran, dalam kehidupan mahasiswa kedokteran dan dalam lingkup sosial yaitu adanya sertifikasi kompetensi dokter yang akan merawat pasien. Masyarakat akan menilai kualitas dokter lulusan institusi pendidikan kedokteran (Shumway & Harden, 2003).

Berdasarkan tingkat kompetensi dalam Piramid Miller, ada beberapa metode ujian yang dapat dipergunakan. Berikut adalah gambar piramid Miller beserta jenis uji yang dapat dipergunakan sebagai referensi.


Gambar 2. Piramida miller dan bentuk assessment

Merujuk pada piramid Miller maka pada tahap pendidikan sarjana diterapkan metode assessment MCQs (Multiple Choise Questions) untuk penilain Knowledge dan OSCE (Objective Structural Clinical Examination) untuk penilaian Skills Lab. Pada Pendidikan tahap klinik metode assessment yang digunakan lebih diutamakan berdasarkan observasi langsung di tempat kerja dan saat bedside teaching. Tanpa observasi langsung, pembimbing tidak dapat memperoleh data yang akurat untuk memberikan feedback. Metode assessment yang dapat digunakan dalam pendidikan klinik diantaranya adalah OSCE, DOPs (Direct Observasional Procedural Skill), Mini-CEX untuk ujian keterampilan klinik dan MCQ, Ujian Oral terstruktur, CbD (Case based Discussion) untuk ujian knowledge.

2. Standart Setting Penilaian

Sejalan dengan Kurikulum berbasis Kompetensi ini, maka standar penilaian didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan. Penetapan standard seperti ini disebut dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Penilaian Acuan Baku (PAB), atau criterion-reference test. Sistem penilaian PAP digunakan untuk menilai kemampuan mahasiswa secara mutlak (absolut) terhadap suatu patokan.

Nilai huruf

Nilai Bobot

Rentang nilai

Keterangan patokan nilainya

A

4,00

81

Tingkat Penguasaan 81%

AB

3,50

74-80,9

Tingkat Penguasaan 74-80,9%

B

3,00

67-73,9

Tingkat Penguasaan 67-73,9%

BC

2,50

60-66,9

Tingkat Penguasaan 60-66,9%

C

2,00

53-59.9

Tingkat Penguasaan 53-59,9%

D

1,00

46-52,9

Tingkat Penguasaan 46-52,9%

E

0

45,9

Tingkat Penguasaan 45,9%